Maklon Herbal Indonesia

Loading

Maranatha UK's Professor of Medicine Recognized as the World's Best Researcher, There Are Only Two from Indonesia

Foto: dok. Humas Maranatha

Professor Dr. Wahyu Widowati, M.Si., a professor at Maranatha Christian University, has received recognition as the world's best researcher in his field of study. Pharmacology and Toxicology, category specialty Antioxidant. Prof. Wahyu received this award from ScholarGPS with the status Top Scholar – Prior 5 Years, peringkat 592 global.

Status Top Scholar awarded to the world's best researchers, which is 0.5% among 30 million academics from 120 thousand educational institutions around the world. This is a particular pride for Maranatha Christian University, as well as generally for the Indonesian education world.

In the research field antioxidant, only two researchers from Indonesia are recorded as having received the status Top Scholar that 2024.

ScholarGPS ranking by assessing the quality and quantity of academics who are productive in conducting research, generating many citations, and having h-index high. The performance and research metrics were assessed over a period of time. lifetime and the last five years.

Best Universities in Indonesia

UK Maranatha has recorded 1,380 research publication results in the last five years with a total of 1,198 citations. These research publication works were produced by 556 academics from UK Maranatha.

Kinerja publikasi yang baik ini menempatkan UK Maranatha menduduki peringkat 6 the best universities in Indonesia in the ScholarGPS ranking® Institutional Rankings 2024 category Overall (All Fields).

Published works Prof. Wahyu included in the lineup of UK Maranatha research publications with the highest citations in the last five years.

Some of them are titled Growth factors profile in conditioned medium human adipose tissue-derived mesenchymal stem cells (CM-hATMSCs)Anti-inflammatory and antiaging properties of chlorogenic acid on UV-induced fibroblast cellEffect of interleukins (IL-2, IL-15, IL-18) on receptors activation and cytotoxic activity of natural killer cells in breast cancer celland Hepatoprotective properties of red betel (Piper crocatum Ruiz and Pav) leaves extract towards H2O2-induced HepG2 cells via anti-inflammatory, antinecrotic, antioxidant potency. (is)

source : https://news.maranatha.edu/

Dosis Obat Herbal

Dosis Ringan, yaitu tahap awal Konsumen/Pasien mengkonsumsi obat herba HAII sehingga bisa memperhatikan akan adanya proses Detoksifikasi yg kemungkinan membuat Konsumen/Pasien tidak nyaman).

Dosis Perawatan, yaitu tahap Konsumen/Pasien sudah bisa adaptasi dalam mengkonsumi obat herba HAII).

Dosis Pengobatan, yaitu tahap Konsumen/Pasien sudah mengerti akan adanya proses Detoksifikasi atau proses pengeluaran suatu Sumber Penyakit (Radikal Bebas, Virus, Bakteri, dll)

Cara Mencegah Proses Detoksifikasi yang Berlebihan atau Vulgar:

Pada Label Obat Herbal Biasanya Tertulis :

  • Dosis Pengobatan                         : 100%
  • Dosis Pemeliharaan/Perawatan : 50%

Dari dosis yang tercantum pada label, sangat disarankan mulai konsumsinya dengan dosis yang paling ringan. Artinya, JANGAN LANGSUNG masuk ke Dosis Pengobatan atau Dosis Pemeliharaan/Perawatan.

Cara Mengatur Pemberian Dosis Obat Herbal:

  • Dosis Super Ringan  12,5%
  • Dosis Ringan               25%
  • Dosis Pemeliharaan 50%
  • Dosis Pengobatan    100%
  • Dosis Ditingkatkan   150% ~> 200% ~> 250%  Bahkan 300% dari Dosis Pengobatan

Teori Konsumsi Obat Herbal : 6 – 1 – 6 -1 – 6 , dst.

(khusus untuk Dosis Pengobatan & Ditingkatkan)

  •  6 Minggu: Mengkonsumsi obat herba
  1. Proses menaikkan Dosis
  2. Proses memperhatikan Detoksifikasi
  • 1 Minggu: JEDA (istirahat konsumsi obat herba)
  1. Perbaiki Pola Makan/Minum
  2. Perbaiki Pola Hidup
  3. Perbaiki Pola Pikir

Terkadang sehat terlihat MURAH Namun, Kalau sudah sakit akan sangat MAHAL

Tetap jaga Kesehatan ya sobat HAII

Keterangan : 1 tetes ~ 0,05 ml

Detoksifikasi (Healing Crisis/Direction of Cure/Tindak Balas ke Arah Penyembuhan)

Disebut juga Tindak Balas ke Arah Penyembuhan atau Direction of Cure (DOC) adalah proses PENGELUARAN racun (Virus atau Bakteri atau Radikal Bebas atau Oxidant atau Logam Berat dan racun lainnya) dari dalam tubuh Pasien.

Proses Detoksifikasi itu bisa macam-macam. Pada dasarnya yaitu semua proses sakit yg pernah terjadi itu namun itu diabaikan, maka akan muncul lagi. Misalnya dulu pernah pusing-pusing, pernah sesak napas, pernah merasa dadanya panas, pernah muntah-muntah, pernah batuk berdarah, pernah demam dan menggigil, pernah tidak bisa tidur (insomnia), pernah mimisan (hidung berdarah), pernah sakit perut hebat, pernah BAB dan BAK terus-menerus (bahkan BAB berdarah), pernah biduran, pernah bengkak atau bisulan atau jerawatan pada bagian kaki, bagian badan, bagian muka, bagian leher, pernah keluar nanah atau cairan pada/dekat bagian organ yg sakit, pernah terjadi perubahan waktu siklus haid, pernah keputihan, yg dulu itu diabaikan oleh Pasien maka proses gejala-gejala tersebut akan muncul lagi. Itulah yg disebut proses Detoksifikasi atau proses Tindak Balas ke Arah Penyembuhan.

Jadi itu setelah kita konsumsi obat herba itu seolah-olah penyakit kita itu semakin parah, padahal itu sedang berproses Tindak Balas ke Arah Penyembuhan, yang mana justru jika Pasien mengalami proses Detoksifikasi maka obat herbanya tetap dikonsumsi (walaupun Dosisnya itu dikurangi).

Tanda-tanda positif setelah meminum obat herbal (Healing Crisis) :

  1. Demam ringan, mual akibat proses pembuangan toksin dalam tubuh (detoksifikasi) dan proses perlawanan infeksi tubuh.
  2. Muntah, diare (BAB terus menerus) akibat proses pembuangan toksin dalam usus.
  3. Sembelit, tinja berwarna gelap akibat proses pembuangan racun melalui usus.
  4. Banyak keringat dan berbau akibat detoksifikasi kelenjar keringat pada penderita kegemukan dan ketidakseimbangan hormon.
  5. Masalah jerawat, komedo alergi kulit, gatal, kemerahan akibat pembuangan toksin melalui kulit.
  6. Sakit otot, nyeri badan terutama pada penderita asam urat.
  7. Tekanan darah yang tidak stabil baik pada penderita tekanan darah tinggi maupun penderita tekanan darah rendah.
  8. Pendarahan lebih banyak dan berwarna pekat ketika datang bulan sebagai reaksi detoksifikasi.
  9. Pendarahan seperti menstruasi pada wanita menopause yang merupakan reaksi pembersihan organ reproduksi.
  10. Keputihan sebagai reaksi perlawanan infeksi pada saluran reproduksi.
  11. Kadar gula darah tidak stabil atau meningkat, mual pada penderita diabetes yang merupakan reaksi pengaktifan kembali Organ Pankreas.
  12. Pembengkakan badan, tangan, kaki, sering buang air seni, terutama pada penderita ginjal dan diabetes yang merupakan reaksi upaya tubuh mengeluarkan kelebihan zat dan racun dalam tubuh.
  13. Buang air seni turut keluar pecahan batu pada penderita batu ginjal.
  14. Rasa mual yang hebat, gatal di sekujur tubuh, susah tidur, kecemasan, demam, kram, nyeri, pada penderita tumor dan kanker yang merupakan tanda perlawanan tubuh terhadap sel tumor kanker. 
  15.  Agak sesak napas yang merupakan reaksi atas adanya permasalahan pada Saluran Pernapasan Atas.

Reaksi-reaksi tersebut memang menimbulkan ketidaknyamanan dan berbeda-beda pada setiap orang sebagai tanda awal perbaikan kondisi tubuh.

Salah satu untuk menghindari akan adanya Proses Detoksifikasi/Healing Crisis/Tindak Balas ke Arah Penyembuhan yang Berlebihan adalah dengan cara Mengkonsumi Obat Herbanya mulai dengan Dosis Ringan dulu (yaitu 1/2 atau bahkan 1/4 dari Dosis Perawatan, yang tercantum pada kemasan atau website). 

Setelah Pasien merasa Nyaman dan Siap untuk menjalani Proses Detoksifikasi/Healing Crisis tersebut, maka Dosis konsumsi Obat Herbanya bisa sedikit demi sedikit itu dinaikkan.

HERBALOGI

TUJUAN KOMSUMSI OBAT HERBA

  1. Mengobati penyakit yang telah ada
  2. Mencegah munculnya penyakit baru
  3. Memelihara kesehatan tubuh

BERDASARKAN SURVEY WHO (World Health Organization) SEHAT BERMASALAH

Gejala pada status Sehat bermasalah :

  1. Rambut Rontok
  2. Sering kencing
  3. Penurunan Pungsi dan gairah seks
  4. Sering Lupa
  5. Perut Buncit
  6. Obesitas
  7. Sulit Konsentrasi
  8. Susah Tidur
  9. Sering gugup
  10. Stress
  11. Mudah Lelah
Read more: HERBALOGI
Chat Icon
en_US