Maklon Herbal Indonesia

Loading

Archives 2025

Guru Besar Kedokteran UK Maranatha Diakui sebagai Peneliti Terbaik Dunia, hanya Ada Dua dari Indonesia

Foto: dok. Humas Maranatha

Guru Besar Universitas Kristen Maranatha, Prof. Dr. Wahyu Widowati, M.Si. mendapatkan pengakuan sebagai peneliti terbaik dunia pada disiplin ilmu Pharmacology and Toxicology, kategori specialty Antioxidant. Prof. Wahyu menerima penghargaan ini dari ScholarGPS dengan status Top Scholar – Prior 5 Years, peringkat 592 global.

Status Top Scholar diberikan kepada peneliti terbaik dunia, yakni 0,5% di antara 30 juta akademisi dari 120 ribu institusi pendidikan di seluruh dunia. Hal ini menjadi kebanggaan khusus bagi Universitas Kristen Maranatha, juga secara umum bagi dunia pendidikan Indonesia.

Pada bidang penelitian antioxidant, tercatat hanya dua peneliti dari Indonesia yang mendapatkan status Top Scholar 2024 tersebut.

ScholarGPS melakukan pemeringkatan melalui penilaian terhadap kualitas dan kuantitas akademisi yang produktif melakukan penelitian, menghasilkan banyak sitasi, dan memiliki h-index tinggi. Kinerja dan metrik penelitian tersebut dinilai dalam periode waktu lifetime dan lima tahun terakhir.

Perguruan Tinggi Terbaik Indonesia

UK Maranatha dalam lima tahun terakhir tercatat memiliki 1.380 publikasi hasil penelitian dengan total sitasi sebanyak 1.198. Karya-karya publikasi riset ini dihasilkan oleh 556 akademisi UK Maranatha.

Kinerja publikasi yang baik ini menempatkan UK Maranatha menduduki peringkat 6 perguruan tinggi terbaik Indonesia pada pemeringkatan ScholarGPS® Institutional Rankings 2024 kategori Overall (All Fields).

Karya-karya publikasi Prof. Wahyu termasuk dalam jajaran publikasi riset UK Maranatha yang memiliki sitasi tertinggi dalam periode lima tahun terakhir.

Beberapa di antaranya berjudul Growth factors profile in conditioned medium human adipose tissue-derived mesenchymal stem cells (CM-hATMSCs)Anti-inflammatory and antiaging properties of chlorogenic acid on UV-induced fibroblast cellEffect of interleukins (IL-2, IL-15, IL-18) on receptors activation and cytotoxic activity of natural killer cells in breast cancer cell; dan Hepatoprotective properties of red betel (Piper crocatum Ruiz and Pav) leaves extract towards H2O2-induced HepG2 cells via anti-inflammatory, antinecrotic, antioxidant potency. (is)

sumber : https://news.maranatha.edu/

Dosis Obat Herbal

Dosis Ringan, yaitu tahap awal Konsumen/Pasien mengkonsumsi obat herba HAII sehingga bisa memperhatikan akan adanya proses Detoksifikasi yg kemungkinan membuat Konsumen/Pasien tidak nyaman).

Dosis Perawatan, yaitu tahap Konsumen/Pasien sudah bisa adaptasi dalam mengkonsumi obat herba HAII).

Dosis Pengobatan, yaitu tahap Konsumen/Pasien sudah mengerti akan adanya proses Detoksifikasi atau proses pengeluaran suatu Sumber Penyakit (Radikal Bebas, Virus, Bakteri, dll)

Cara Mencegah Proses Detoksifikasi yang Berlebihan atau Vulgar:

Pada Label Obat Herbal Biasanya Tertulis :

  • Dosis Pengobatan                         : 100%
  • Dosis Pemeliharaan/Perawatan : 50%

Dari dosis yang tercantum pada label, sangat disarankan mulai konsumsinya dengan dosis yang paling ringan. Artinya, JANGAN LANGSUNG masuk ke Dosis Pengobatan atau Dosis Pemeliharaan/Perawatan.

Cara Mengatur Pemberian Dosis Obat Herbal:

  • Dosis Super Ringan  12,5%
  • Dosis Ringan               25%
  • Dosis Pemeliharaan 50%
  • Dosis Pengobatan    100%
  • Dosis Ditingkatkan   150% ~> 200% ~> 250%  Bahkan 300% dari Dosis Pengobatan

Teori Konsumsi Obat Herbal : 6 – 1 – 6 -1 – 6 , dst.

(khusus untuk Dosis Pengobatan & Ditingkatkan)

  •  6 Minggu: Mengkonsumsi obat herba
  1. Proses menaikkan Dosis
  2. Proses memperhatikan Detoksifikasi
  • 1 Minggu: JEDA (istirahat konsumsi obat herba)
  1. Perbaiki Pola Makan/Minum
  2. Perbaiki Pola Hidup
  3. Perbaiki Pola Pikir

Terkadang sehat terlihat MURAH Namun, Kalau sudah sakit akan sangat MAHAL

Tetap jaga Kesehatan ya sobat HAII

Keterangan : 1 tetes ~ 0,05 ml

Detoksifikasi (Healing Crisis/Direction of Cure/Tindak Balas ke Arah Penyembuhan)

Disebut juga Tindak Balas ke Arah Penyembuhan atau Direction of Cure (DOC) adalah proses PENGELUARAN racun (Virus atau Bakteri atau Radikal Bebas atau Oxidant atau Logam Berat dan racun lainnya) dari dalam tubuh Pasien.

Proses Detoksifikasi itu bisa macam-macam. Pada dasarnya yaitu semua proses sakit yg pernah terjadi itu namun itu diabaikan, maka akan muncul lagi. Misalnya dulu pernah pusing-pusing, pernah sesak napas, pernah merasa dadanya panas, pernah muntah-muntah, pernah batuk berdarah, pernah demam dan menggigil, pernah tidak bisa tidur (insomnia), pernah mimisan (hidung berdarah), pernah sakit perut hebat, pernah BAB dan BAK terus-menerus (bahkan BAB berdarah), pernah biduran, pernah bengkak atau bisulan atau jerawatan pada bagian kaki, bagian badan, bagian muka, bagian leher, pernah keluar nanah atau cairan pada/dekat bagian organ yg sakit, pernah terjadi perubahan waktu siklus haid, pernah keputihan, yg dulu itu diabaikan oleh Pasien maka proses gejala-gejala tersebut akan muncul lagi. Itulah yg disebut proses Detoksifikasi atau proses Tindak Balas ke Arah Penyembuhan.

Jadi itu setelah kita konsumsi obat herba itu seolah-olah penyakit kita itu semakin parah, padahal itu sedang berproses Tindak Balas ke Arah Penyembuhan, yang mana justru jika Pasien mengalami proses Detoksifikasi maka obat herbanya tetap dikonsumsi (walaupun Dosisnya itu dikurangi).

Tanda-tanda positif setelah meminum obat herbal (Healing Crisis) :

  1. Demam ringan, mual akibat proses pembuangan toksin dalam tubuh (detoksifikasi) dan proses perlawanan infeksi tubuh.
  2. Muntah, diare (BAB terus menerus) akibat proses pembuangan toksin dalam usus.
  3. Sembelit, tinja berwarna gelap akibat proses pembuangan racun melalui usus.
  4. Banyak keringat dan berbau akibat detoksifikasi kelenjar keringat pada penderita kegemukan dan ketidakseimbangan hormon.
  5. Masalah jerawat, komedo alergi kulit, gatal, kemerahan akibat pembuangan toksin melalui kulit.
  6. Sakit otot, nyeri badan terutama pada penderita asam urat.
  7. Tekanan darah yang tidak stabil baik pada penderita tekanan darah tinggi maupun penderita tekanan darah rendah.
  8. Pendarahan lebih banyak dan berwarna pekat ketika datang bulan sebagai reaksi detoksifikasi.
  9. Pendarahan seperti menstruasi pada wanita menopause yang merupakan reaksi pembersihan organ reproduksi.
  10. Keputihan sebagai reaksi perlawanan infeksi pada saluran reproduksi.
  11. Kadar gula darah tidak stabil atau meningkat, mual pada penderita diabetes yang merupakan reaksi pengaktifan kembali Organ Pankreas.
  12. Pembengkakan badan, tangan, kaki, sering buang air seni, terutama pada penderita ginjal dan diabetes yang merupakan reaksi upaya tubuh mengeluarkan kelebihan zat dan racun dalam tubuh.
  13. Buang air seni turut keluar pecahan batu pada penderita batu ginjal.
  14. Rasa mual yang hebat, gatal di sekujur tubuh, susah tidur, kecemasan, demam, kram, nyeri, pada penderita tumor dan kanker yang merupakan tanda perlawanan tubuh terhadap sel tumor kanker. 
  15.  Agak sesak napas yang merupakan reaksi atas adanya permasalahan pada Saluran Pernapasan Atas.

Reaksi-reaksi tersebut memang menimbulkan ketidaknyamanan dan berbeda-beda pada setiap orang sebagai tanda awal perbaikan kondisi tubuh.

Salah satu untuk menghindari akan adanya Proses Detoksifikasi/Healing Crisis/Tindak Balas ke Arah Penyembuhan yang Berlebihan adalah dengan cara Mengkonsumi Obat Herbanya mulai dengan Dosis Ringan dulu (yaitu 1/2 atau bahkan 1/4 dari Dosis Perawatan, yang tercantum pada kemasan atau website). 

Setelah Pasien merasa Nyaman dan Siap untuk menjalani Proses Detoksifikasi/Healing Crisis tersebut, maka Dosis konsumsi Obat Herbanya bisa sedikit demi sedikit itu dinaikkan.

Chat Icon
id_ID